Kita Harus ‘Pilih-Pilih’ dalam Menentukan Pasangan Hidup

e0fdedceb7d439d789c9da050e082834

Siapa bilang nggak boleh ‘pilih-pilih’ dalam mencari pasangan hidup. Malah..bagi saya mencari pasangan hidup itu harus banyak pilih-pilihnya hehe. Jangan buru-buru mengernyitkan dahi dulu. atau geleng-geleng atau manggut-manggut. ^^v

Jadi gini, pada prinsipnya yang dimaksud dengan ‘pilih-pilih’ adalah selektif dengan menggunakan standar yang benar dan pedoman yang baik. Intinya tidak boleh asal-asalan. Bagi kita yang seorang mukmin, jelas dong standar baiknya sudah termaktub dalam Al Quran dan As Sunnah. Jadi yang screening pertama ialah ilmu agamanya dan juga akhlaknya, setelah itu baru hal-hal lain yang kita anggap prinsipil, misalnya karakter, latar belakang keluarga, atau bahkan penyakit yang diderita.

Maka dalam ‘memilih’ pasangan hidup memang harus luar biasa usahanya. Nggak bisa juga yang datang langsung ujug-ujug diterima, perlu ada reviewnya dulu. Jadi, pertimbangan juga harus matang, meski bukan berarti memperlama atau jadi terkesan mempersulit yah. Apalagi kalau standar-standar yang digunakan terlalu mengada-ada. Misalnya, yang datang sudah soleh/soleha, latar belakang keluarga baik, pekerjaan juga baik, secara fisik juga lumayan, kesehatan jiwa raga terjamin, namun karena nggak bisa ngomong ‘R’ alias cadel kita putuskan batal menikah dengannya hehe. Ya ini kan nggak make sense yah.

Pilih-pilih bukan berarti mengada-ngada gals/guys. Misalnya pun, kalian merasa nggak tentram dengan si doi alias calon pasangan, maka harus introspeksi juga banyak-banyak. Apa tuh yang membuat kita nggak tentram, karena bisa jadi bukan hanya faktor personal si doi, tapi bisa jadi karena kita punya standar yang ‘MENDRAMATISIR’. Misalnya harus ganteng kayak Brad Pitt, cantik kayak Julia Roberts, atau pinter kayak Einstein, dan kaya raya kayak Bill Gates. Yaa..pliss banget, meskipun nggak ada yang nggak mungkin di dunia nan fana ini, di sisi lain kita harus memahami bahwa kebahagiaan itu nggak dihitung dari sekedar SUPER GANTENG, SUPER CANTIK, MILYUNER, atau SUPER SMART.

Tapi dari apakah? DARI BERKAHNYA..

Gimana nyari berkah? Ikutin pedoman hidup kita dong. Maka, kita akan jadi pribadi yang penuh dengan rasa syukur. Inget..syukur itu bukan berarti pasrah yah. Syukur itu juga mencari yang terbaik, tapi bukan berarti berlebihan. Mau tau gimana indikator ‘berlebihan’? gini nih..salah satunya ialah dalam proses ‘menentukan pasangan” ini kita kurang menyertakan Allah dalam pelbagai putusan. Maksudnya gimana tuh menyertakan Allah? gini sob, lihat aja intensitas ibadah kita selama ini, introspeksi dari mana keputusan-keputusan yang kita ambil. Biasanya yang berlebihan itu membawa kepada KEKHAWATIRAN, KEGELISAHAN, dan KERAGUAN yang banyak.

Kenapa sih harus pilih-pilih?

Mungkin sudah sedikit terjawab yah dari paparan di atas, untuk baju, sepatu, sekolah, makanan, kendaraan, gadget kita aja milih-milihnya luar biasa MIKIRRRR, masak milih the other half kita nggak dengan pertimbangan yang matang. hehe..ya nggak..ya nggak?

Nah, salah satu quotes bagus dari Aa Gym ini jadi penguat kita juga untuk semakin semangat memperbaiki diri.

” Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kepada kebaikan,ketaatan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa,kemakshiatan.CUKUPKAN DIRI DENGAN YANG HALAL DAN BAIK. Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.” (Aa Gym)

Nah, ngga bisa main-main milih pasangan hidup. Ngga boleh asal-asal juga. Kecuali kalau..asal soleh, asal ganteng, asal mapan hihi (bercanda) ^^v. Bagi yang sudah memiliki pasangan, semoga kita tak lepas dari doa untuk keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat keluarga kecil kita yah. aamiin.

okeh. segini dulu sharingnya yah. semoga bermanfaat.

wallahualam.

Salam manis.

Dee

Advertisements

2 thoughts on “Kita Harus ‘Pilih-Pilih’ dalam Menentukan Pasangan Hidup

  1. Mbak mau nanya dong. Kalo dihadapkan dengan tiga pilihan laki-laki yang datang ke rumah untuk ngajak serius kan baiknya kita istikharah.. Nah, ada yang bilang istikharah itu kan nggak cukup satu atau dua hari aja. Bahkan ada yang sampe berbulan-bulan baru dapat kemantapan hati.
    Tapi kalo misal dari keluarga salah satu cowo inginnya dalam waktu dekat (contohnya 2 minggu) harus ada keputusan sedangkan kita belum dapat jawaban dari doa istikharah kita..
    Apa yg sebaiknya kita lakukan? Apa terima aja gitu pinangan cowo tersebut?
    Thanks masukannya
    😀

    Like

    1. salam kenal mb chici, semoga jawaban saya dapat sedikit membantu mb chici yah. Semoga saya tidak salah, namun biasanya..diantara pilihan tersebut tentunya ada yang paling mendekati kriteria yang kita inginkan. Namun jika ternyata dari ketiganya masih membuat kita bimbang, selain meningkatkan kuantitas dan kualita ibadah kita pada Allah agar mendapat petunjuk, saya juga menyarankan mb chici meminta pertimbangan orang tua. Pandangan2 dari orang tua bisa jadi mencerahkan kebimbangan kita. Sembari itu terus berdoa untuk kemantapan hati kita. Kalau dari pihak keluarga salah satu pria mendesak minta jawaban, menurut saya mba chici ikhtiarkan pada waktu yg diminta mb chici bisa memberikan jawaban terbaik, dan tentunya mb chici harus siap dg segala konsekuensinya. Karena siap menikah itu siap lanjut proses atau siap tidak, bukan? jadi hati dan mentalnya harus dikuatkan terus. Selain itu, mba chici jg boleh melakukan tabayun, atau survei kecil-kecilan pada kerabat dekat maupun sahabat dekat dari ketiga laki2 tersebut untuk lebih meyakinkan mb chici dalam menilai pribadi masing2 mereka. Semoga saran ini bermanfaat yah mba. Kekhawatiran itu kadang datangnya dari syetan mba, jd lebih dekatkan diri lg ke Allah. semoga lancar yah prosesnya.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s