Belajar Menjadi Womanpreneur

IMG_3723

(saya saat photoshoot untuk Yes! I am Muslim)

Jadi pengusaha itu salah satu cita-cita saya, yang bagi saya penting untuk mengasah kemandirian dan skill seorang wanita. Setelah menjadi istri, saya semakin semangat menjalankan usaha, tentunya dengan dukungan penuh dari suami yang kebetulan juga suka berbisnis. Dari S1 dulu, saya sudah mencoba bisnis kecil-kecilan. berawal dari keinginan untuk meringankan beban orang tua secara finansial-meskipun saya paham sekali Mama dan Papa tak merasa terbebani- namun sebagai calon Sarjana, saat itu saya membulatkan tekad untuk terjun ke dunia bisnis dan ‘memaksa’ Mama dan Papa tak memberikan uang bulanan untuk beberapa waktu.

Hitung-hitung percobaan, saya memulai bisnis semampu saya, berawal dari info seorang teman, saya coba-coba jadi reseller produk rok motif yang unyu-unyu dari Tanah Abang. Alhamdulillah saat itu sambutan konsumen baik dari teman-teman dekat maupun customer online cukup besar. Saya dan seorang teman mencoba peruntungan menjadi pedagang rok dengan modal Facebook dan juga promosi mulut ke mulut. Bazar demi bazar kami juga lalui, dan seiring berjalan waktu usaha kami semakin baik, meski bukan berarti tak ada tantangan.

Karena ilmu saya yang minim, learning by doing jadi wirausahawati ini juga banyak hebohnya. Dari dipuji sampai diomeli pelanggan sudah pernah dirasakan. Saya dan teman juga pernah merambah bisnis baju, kami beli bahan sendiri, lalu kami cari tukang jahit sendiri untuk kerjasama mengerjakan produk-produk kami. Saat itu kami juga sempat menuai sukses yang lumayan. Akhirnya, saya juga merambah untuk berkecimpung di bisnis aksesoris dan jilbab yang lagi trend, Kalau diingat..pokoknya dulu apa aja yang halal dan saya suka pernah saya jualin hahah, dari tas, sepatu, al quran, suplemen, mukena, kaos kaki ah macem-macem. Saking semangatnya ceritanya..hehe..karena ternyata bisnis itu nyenengin meski banyak pahitnya juga sih hihi. Tapi seengaknya cukup bangga dengan uang yang bisa dihasilkan sendiri.

Alhamdulillah, saat sedang banyak rezeki, berbagai kebutuhan bisa dipenuhi sendiri tanpa minta lagi dari orang tua. Bahkan, bersyukurnya sudah bisa membelikan ini-itu untuk orang tua, yahh..meski masih dalam taraf yang sedang-sedang saja. Nggak sampai membelikan rumah atau mobil xixixi. Tapi saya beneran berbangga hati. Alhamdulillah, jadi banyak belajar. Belajar kenal karakter orang, belajar mengelola uang, belajar berkomunikasi, belajar etika bisnis dan buanyakkk hal lainnya.

Saat ini saya fokus menggarap 2 usaha, karena kalau jual macam-macam sudah nggak sempat dengan tugas kuliah S2 yang mantap dan sekarang tugas akhir menanti. Saya masih bertahan untuk membuat aksesoris wanita Verda Hijab, karena ini hobi banget- dan menjalankan bisnis clothing line Yes! I am Muslim (jangan lupa kunjungi webnya yah di http://www.yesiammuslim.com) ^^V. Menjalankan keduanya masih dengan ilmu yang minim banget, tapi semangat mah terus membara, karena saya dan teman-teman yakin suatu saat insyaAllah apa yang kami usahakan akan berbuah manis. #tsaaah..curcol.com xixixi.

Nah, saya ingin menyemangati teman-teman muslimah. Yukkk kita berniaga, menyalurkan hobi-hobi kita yang bisa jadi mengandung nilai bisnis yang besar. Kekayaan bukan tujuan, tapi motivasi untuk menjadi lebih bermanfaat.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk jadi wanita yang mandiri secara finansial namun tentunya tetap bisa menjadi seorang muslimah seperti pada fitrahnya yah, menjadi istri dan ibu yang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s