BAPER dan CAPER-nya Istri Yang Suami Harus Tau

1-3-15_Couples-the-Ups-Downs-on-the-Path-to-Allah

Para istri, pasti pernah deh ngalamin yang namanya BAPER (bawa perasaan) or CAPER (cari perhatian) sama suaminya. Alhamdulillahnya karena sudah halal, semoga baper dan capernya penuh berkah ya hihi. Hari ini saya tertarik menulis dan sedikit berbagi tentang kebaperan dan kecaperan effect yang dialami seorang istri pada suami tercintanya. As a wife, young, smart and also beautiful wife #pletakkk.,pernikahan bagi saya adalah medan perjuangan yang baru, yang menjadikan saya sosok pembelajar sejati.

Gimana ngga?! Saya yang dulunya mandiri, tough, nggak banyak neko-neko, selow meski kadang melow, setelah nikah jadi manja binggo sama lelaki ‘antah barantah’ yang sekarang jadi suami saya, nggak make sense banget! awalnya saya mikir gitu. Nah, suatu waktu saya sempat curcol ke teman yang juga sudah menikah, ceritanya sih konsultasi apa yang saya rasakan setelah mengarungi bahtera pernikahan #tsaaahhh (padahal mah baru 3 bulan). ” duh wajar kali namanya juga penanten anyar..” kata doi singkat.

Nggak puas dengan jawaban doi yang super singkat, saya curcol lagi ke temen2 dekat, well..yang dicurcolin tentunya bukan aib dan hal2 yang jadi rahasia perusahaan yah hehe. ” Kenapa sih, kalau perempuan tuh habis nikah malah kelihatan lemah, nggak tough gitu, bawaannya menye-menye , ambekan, bla..bla..bla..” curcol saya pun mengalir seperti air terjun di Curug Nangka #apasih huehehe.

Finally, saya menemukan jawaban yang lumayan menentramkan. Salah seorang teman yang habis ikutan taklim rutin memberikan saya info seputar curcolan saya itu.

” Kalau kata ustadz Achmad (ustadz yang mengisi taklim-salah satu ustadz kece seantero Bogor) mba, perempuan itu tabiatnya memang begitu. Jadi lebih manja dan terkesan lemah setelah menikah. Kenapa? karena sudah merasakan kasih dan sayang suami yang berlimpah. Jadi yang dulunya independent, kuat, akan berubah sedikit jadi lebih aleman (manja/suka merajuk).”

Dannn..informasi ini membuat saya feels like a normal person (againnnn) hahah. Bukan cari pembenaran, tapi seenggaknya saya on track dan masih normal, alhamdulillah. ” Ooo jadi gitu alasannya..” masuk di akal, karena selama ini saya nggak pernah punya pacar, kalau sama lawan jenis ya paling naksir2an aja, dan kealay-alayan zaman ‘nggak paham’. Jadi setelah ‘baru kenal’ laki-laki dan udah jadi suami pulak, rasanya amatlah ‘baru’ dan ‘wow‘, ‘weird‘, but still sweet #tsaaahh.

large (2)

Nah, jadi bagi para perempuan yang merasa mengalami ‘degradasi mental’ weheheh.. dan a lil bit stressss gegara kayak harus mencari jati diri lagi di awal-awal pernikahan, calm down gals, kalian nggak sendiri, inilah proses menjadi pembelajar sejati! menjadi seorang istri yang akan sangat menguras jiwa dan raga kamu. So, bagi para suami..paling tidak jadi ngerti kenapa ‘makhluk cantik’ (yang jelas bukan makhluk halus hihi) di sampingnya ini kadang suka uring-uringan, bete nggak jelas, baper banget, bahkan capernya minta ampun. Bisa dipastikan, itu dikeluarkan pas ada kamu aja, suami yang dicintainya luar biasa #tsaaahh jangan geer yah. Dan..insyaAllah nggak bakalan terus-terusan kalau para suami ngeh dan bisa langsung ngasih ‘reaksi’ yang tepat.

Bagi semua yang baca harapannya sedikit sharing ini bisa memberikan manfaat. Saya coba rangkum sedikit gimana ngatasin situasi dimana istri baper or caper berdasarkan sedikit observasi dari kisah-kisah sahabat maupun pengalaman pribadi.

1. Nah, karena sudah tau sang istri lagi suka BAPER, jadi reaksi tepat suami adalah hindari tema-tema pembicaraan yang bikin baper nambah parah.

2. Suami nggak harus selalu mengalah kok, apalagi kalau nggak salah, tapi memang harus lebih bijak. Namanya juga pemimpin, kan harus lebih gentle dari yang dipimpin xixiix. Karena biasanya perempuan maunya memang selalu dimengerti, semoga saja..sisi maskulin dan dewasa dari suami bisa jadi reaksi yang tepat untuk legowo dan bijak saat istri uring-uringan, jangan malah ikut2an baper juga hehe. Kalau dua-duanya baper or caper, masalah nggak selesai-selesai deh.

3. Perempuan suka hal yg romantis, bisa dicoba (kata Mario Teguh), kalau lagi ambekan, alias baper..suami bisa melakukan hal2 yang manis untuk meredam kebetean sang istri, bisa dengan ngasih hadiah, atau cukup dengan kata-kata manis. InsyaAllah, kalau kata2 itu ikhlas dari hati yg terdalam pasti sang istri akan hilang deh kebeteannya. Catatan khusus : besoknya, jangan bikin bete lagi yah.

4.Yang kadang suami suka lupa atau nggak ngeh atau malah HDT alias harga diri tinggi adalah MEMINTA MAAF. suami dan istri sama-sama manusia yang banyak khilaf, sengaja or nggak sengaja pasti ada ajaaa salahnya. So, Pak..selaku suami yg baik, nggak ada salahnya lho minta maaf duluan.

Misalnya gini, ” kamu kenapa say, Bete yah? maaf yah kalau aku bikin bete kamu. Boleh ceritain nggak kenapa bete nya? InsyaAllah diupayakan besok-besok ngga gitu lagi..” #tsaahh kan adem gitu. Well, bagi istri juga betenya jangan lama2 hihi, dan meminta maaf juga kalau-kalau memang agak keterlaluan baper dan capernya hihi. Oia, noted, kata Pak Mario..suami itu dalam rangka meminta maaf ngga mesti selalu dengan kata-kata, bisa juga dengan sesuatu hal yang menyenangkan. So, bagi para istri..keep husnudzan juga yah.

5. Dari semua catatan di atas, sebagai suami kalau ngeliatin kebaperan sudah menguasai istrinya #halah , yang perlu dilakukan adalah BERSEGERA untuk meredam, dengan apa? dengan diajak bicara baik-baik, atau apapun yang bisa dilakukan sesegera mungkin agar kebaperannya nggak berlarut-larut. Semakin dipendam, perempuan itu akan semakin bete, apalagi model yang kalau ngambek pake diem, hayoo cung–cung, yang kalo ngambek diem aja.xixixi

6. Bro, perempuan itu ‘mesin pengingat’ yang killer abis. Detail banget ingatannya dari zaman ‘batu’ sampai kekinian. Jadi jangan pernah remehkan masalah sekecil apapun yg jadi penyebab kebaperan dari para istri yah. Karena tabiatnya perempuan itu mudah memaafkan tapi nggak mudah melupakan. So, ” waspadalah!waspadalah!” udah kayak Bang Napi aja yah hehe.

Nah, segini dulu yah sharingnya, mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan dan kedengeran sotoy, tapi insyaAllah semoga lebih banyak manfaatnya. Semoga keluarga kita semua dilimpahi berkah Allah, dijadikan sakinah mawaddah wa rahmah, dan dimudahkan semuanya menuju dan berkumpul di Syurga Allah. Aamiin.

foto ilustrasi : google and pinterest

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s