Me and Married Blues (part 1)

11070740_10152840189247672_8804252406746534648_n

Sepertinya wajar dan hampir dialami oleh semua calon pengantin, yang namanya ‘rasa nggak jelas’ menuju pernikahan itu jadi ‘makanan’ sehari-hari. Banyak orang yang menyebutkanya married blues. Gejalanya bisa macem-macem, aneh-aneh dan lucu-lucu.

Ya, mungkin ini akibat kita sedang menuju persiapan diri lahir batin menjadi seseorang yang akan amat berarti buat pasangan kita dan tentunya hidup kita di masa depan.

Nah, married blues yang mendatangi tiap orang beda-beda sahabat. Kadang ada yang gelisah, deg-degan, khawatir, ragu-ragu, mau nangis terus, galau, ahhh banyak macemnya. Alasannya juga macem-macem hihi. Tapi coba sahabat identifikasi sendiri deh, khususon yang lagi mau married, pasti ada deh perasaan campur aduk yang nggak terdefinisi dengan jelas dan susah banget dikeluarkan. Paling-paling bawaannya jadi pengen teriak sekencang-kencangnya atau nangis sejadi-jadinya hihi (pengalaman banget yah saya).

Oke, hari ini saya mau sedikit bahas tentang gimana ngatisin married blues. Sebenarnya sudah banyak artikel yang membahas ini, namun saya ada sedikit catatan tersendiri yang mudah2an bisa membantu sahabat semuanya yang punya kasus yang sama dengan saya, alias jadi calon pengantin.

Ada beberapa hal yang saya gunakan untuk menepis married blues yang berlebihan diantaranya adalah:

1. Keep contact dengan banyak orang, jangan malah mengurung diri. Ini penting banget deh, biar nggak suntuk dan kebanyakan mikir yang aneh2. Berbaur dengan orang lain dan menyerap energi positif dari mereka bisa mengurangi rasa-rasa nggak enak dalam hati.

2. Tetap fokus pada pekerjaan yang sedang kita tunaikan. Misalnya, saya sebagai mahasiswa pasca yang sedang penelitian. Saat ini saya juga menyibukkan diri dengan penelitian dan berbagai urusan akademis yang insyaAllah jadi menyalurkan energi positif saya untuk terus produktif dan dinamis.

3. Tetap ON sama amanah organisasi di kampus. Meski saya memang mencoba membatasi sedikit demi sedikit amanah yang menguras pikiran dan tenaga, tapi amanah yang satu ini nggak bisa begitu saja saya lewatkan. Karena di sela-sela jadwal penelitian dan persiapan wedding day, kumpul bareng teman-teman organisasi membuat saya cukup bersemangat untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.

4. Tentunya hal satu ini ampuh banget nih sahabat, yaitu..CURHAT. Nah, curhat ke teman-teman yang sudah lebih dulu mengalami fase ini. ini pasti bikin plong banget deh, karena biasanya mereka lebih bijak menilai apa yang terjadi dan apa yang kita rasakan. Nggak grasa grusu kayak kita (kita? saya aja kali yah hihi)

5. The last but not the least, adalah DOA. ini adalah senjata ampuh banget sahabat, nggak ada yang bisa ngalahin kekuatan doa. Baik minta doa ke ortu ataupun kita doa yang lebih banyak dan khusyuk tentunya kepada Sang Pemilik Hati ini, Allah swt. Adukan semua yang dirasakan, sepuas-puasnya saat waktu-waktu mustajab dan tentunya setelah sholat 5 waktu. InsyaAllah masalah rasa-rasa yang mengganjal tadi, sedikit demi sedikit akan ada solusinya.

Baiklah, ini dulu sharing hari ini, semoga bermanfaat. Doakan terus yah sahabat..semoga keberkahan dan ridho Allah senantiasa teriring dalam tiap proses menggenap ini.

*bahasan tentang married blues lainnya insyaAllah akan diposting so soon

Advertisements

2 thoughts on “Me and Married Blues (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s