Hello! Snap! Sister In Law In Action

IMG_7913n

Advertisements

9 Jasa Make Up Wedding Yang Bisa Kamu Andalkan Untuk Penampilan Yang Tetap Syar’i

IMG_7934

Hi bride to be! Gimana kabar persiapannya? Semoga lancar dan barokah ya.

Kali ini Dee mau sharing tentang hasil kepo-kepo untuk kalian semua yang mau nyari referensi make up yang nggak lebay dan tentunya bisa tetap tampil syar’i. Diantara yang mesti banget calon pengantin perhatikan saat memilih jasa make up wedding-nya adalah sebagai berikut:

  1. Perias harus muslimah. Ini harga mati binggo yah gals hoho. Mau semahir apapun jangan mau didandanin sama perias laki-laki atau perias yang berbeda keyakinannya dengan kita. Inget..jaga izzah #uhuy

  2. Sebisa mungkin si perias sudah berpengalaman untuk make up yang nggak medok tapi tetep kelihatan formal dan manis.

  3. Perias sudah berpengalaman menangani riasan syari, jadi kita nggak was-was pas nanti di hari H bakal di ‘orat-oret’ kayak gimana. Jangan sampai lebay bak taman bunga, kembangnya nancep sana sini, udah gitu padanan warna yang nggak karuan.. ciaobellaaa syalala #hihi

  4. Inget yah, harus udah kompromi dari jauh hari untuk nggak pake bulu mata palsu dan cukur alis. Ini harus kekeuh banget! Jangan mau kalah sama periasnya. Ini kan acara kamu gals, its your big day! Harus cantik di mata Allah jugakk. Oke!

Nah, ini dia beberapa hasil kepo-kepo saya. Pertimbangannya diantaranya dari segi riasan yang kece, pernah menangani klien dengan hijab syari, no cukur alis dan beberapa nggak pake bulu mata palsu, jadi kesimpulannya..untuk beberapa vendor make up wedding di bawah ini insyaAllah bisa banget kompromi untuk hal-hal yang saya sebutkan di atas. Oke cekidot kakak..

  1. @Idaoktafiamua. Yang Surabaya dan sekitarnya, monggo bisa cek-cek MUA ini. ^^

MUA 1

2. @enditaayumi. Yang punya impian bisa pakai juntaian mutiara di wedding day-nya, jangan ragu untuk menjadikan MUA ini sebagai pilihanmu ^^b.

mua 2

3. @niabudii. Nggak lebay, sweet but elegant in the same time. Yang di depok dan sekitarnya, bisa banget nih pakai jasa beliau. ^^

mua 5

4. @tiensrias. Yang suka gaya-gaya princess, tenang aja disini tanpa cukur alis dan bulu mata palsu, kamu sudah bisa secantik putri kerajaan di W day-mu. 🙂

mua 6

5. @usti_nurul. Kalau saya nggak salah, saya pernah melihat salah satu tayangan ‘behind the scene’ make over dari mba @usti_nurul ini di salah satu stasiun TV dan memang kece banget. hihi

mua 8

6. @meilleurami_bridal. Ini juga vendor make up yang recommended banget, karena selain menerima jasa rias, dia juga menyediakan jasa pembuatan aksesoris yang kece-kece dari @cissbride, dan juga gaun pengantin yang simple tapi manis banget.

mua 7

7. @ikeamakeover. Nah, berdasarkan hasil kepo MUA ini merupakan salah satu MUA langganan mahasiswi IPB yang mau wisuda hihi. Hasil yang natural dan tetep charming jadi salah satu khasnya IKEA menurut saya. Selamat mencoba ^^b.

mua 9

8. @sanggar_liza. Kalau dilihat dari riasannya, MUA yang satu ini sudah tergolong senior binggo, hasil riasannya juga oke banget.

mua 10

9. @thewalimah_planner. Selain jadi vendor make up, walimah planner juga vendor untuk dekorasi pernikahan dan juga wedding fotografi loh, cek-cek IG nya bagi kamu yang mau ringkes untuk  hari spesialmu ^^v.

mua 11

Okeh gals, segitu dulu info-infonya, semoga bermanfaat. Tetap cantik dengan tampil syari insyaAllah bisa banget. So..pilih yang pasti-pasti aja. Cantik menurut Allah, insyaAllah cantik pula menurut manusia. Keep beauty and syar’i yahh bride to be di seluruh Indonesia! ^^.

Salam Hangat, Senior ^^v

*nb : semua foto milik jasa make up tersebut di atas yah, saya cuma screen shoot ajah. ^^v

Maaf, Saya Nggak Kasihan Sama Jomblo..

Beberapa tahun belakangan, istilah jomblo kian merebak bahkan dijadikan sasaran bully yg empuk bagi banyak orang. Termasuk saya, pernah sesekali tengil sama teman-teman yg sesama jomblo (waktu masih jomblo dulu).

Mirisnya, bahkan ada istilah JONES alias jomblo ngenes, yang mendeskripsikan kengenesan nasib jadi jomblo. Entah itu nggak punya pacar atau belum nikah2.

Saya semalam berpikir, kok seolah2 jadi jomblo nelangsa amat? Padahal selagi dulu saya jadi jomblo dan alhamdulillahnya jomblo terus sampai menikah 3 bulan yg lalu, saya nggak gitu2 amat. Nggak sampe garuk2 tembok atau nangis semalam suntuk klo ngeliat temen saya nikahan. Bahkan dulu gawe saya kondangan terus, dann jadi panitia nikahan dimana2.

Ditanya pingin nikah ya pingin, tapi nggak membabi buta gitu. Dan nggak merasa sebatang kara, hidup ‘hina’ dan tak bermasa depan. Alhamdulillahnya, lingkungan mendukung.

Okelah, mungkin emang story saya ini gak bs dipukul rata kepada yg agak melow lainnya di luar sana dn lingkungan ala kadarnya. Tapi hei! Yang calm, cool, and confident kayak saya zaman jomblo juga banyak kali. Dia yg jomblo tp tetap optimis, ikhtiar memperbaiki diri, bergaul dg orang2 baik, mengisi waktu dg hal2 positif nan bermanfaat, jarang tuh galau sampai ngais ngais butiran debu sambil nyanyi di jalan ‪#‎halah‬.

Kita, ya..kita..yang malah mungkin jadi membentuk paradigma “KASIHAN” bagi seorang jomblo, padahal kita nggak harus gitu. Seolah yg masih jomblo tuh ngenes banget, nggak laku, apalah daya, dll bla bla. Padahal hei..yg nggak jomblo belum tentu lebih bahagia, berkah, mulia, hidupnya. Tentunya menikah akan menigkatkan potensi utk semua itu, tp gak jamin juga, dan bs jadi patokan yg nikah selalu lebih keren dr yg belum. Well, nikah bukan lomba.

Saya jadi inget kata ust salim a fillah, kemuliaan nggak ditentukan dr cepat, lama kita nikah, atau gimana pasangan kita. Kemuliaan lebih agung dari itu guys.

Saya amaaaattt berempati, dan saya juga turut mendoakan yg jomblo agar kelak diberikan pasangan terbaik di waktu terbaik pula. Diberikan kesabaran, kematangan, kekuatan segera untuk menghadapi lika liku bertemu dg jodohnya.Tapi inget yah, kalian yg jomblo jangan minta dikasihani, kalian lebih berharga dari apa yg orang pikir tentang kalian. Percaya deh, kalian keren just the way u are.

Kalo lihat foto orang nikah aja sampai timbul alergi?
Kalo lihat couple gandengan di mall aja sampe ilfeel?
Dikemanakan rasa malu dan berserah pada Allahnya?
Kalau yakin binggo dan pasrah Allah penentu segala, bahkan urusan jodoh, dilatih lagi hatinya lebih sabar dan kuat untuk menanti dengan elegan dan mulia. Bukan dg iri apalagi dengki, naudzubillah. Ujungnya2 bisa kufur nikmat loh.

Oke, oke..jangan ngambek, mungkin ada yg berpikir saya bisa ngomong gini karena sudah nikah (baca: baru nikah). Ya gpp, tiap orang punya hak untuk menilai. Tapi seriously.. para jomblo, saya nggak ingin bersikap kasihan. Tapi saya ingin kalian tau bahwa saya peduli..‪#‎tsaahh‬. Banyak disekitar saya yg jd bukti, kesabaran dan kekuatan iman pd Allah jd obat atas segala hasrat. Mereka jomblo keren dg segudang prestasi.

Kita manusia, tentu normally butuh menikah, bersama orang yg tepat untuk kita menggenap. Jadi, terakhir..saya kembali menghaturkan doa agar yg menikah juga tentunya bs nggak lebay dan menjaga hati yg jomblo. Dan yg jomblo juga nggak usah merasa nelangsa2 amat, you can make it tru guys, inget kamu masih punya Allah..dan insyaallah diberikan yg terkece untuk jodoh dunia akheratnya. Aamiin

Wallahualam bishawab
Salam hangat

IMG_7916ceritanya biar para jomblo semakin termotivasi ^^v. Semangaatttt!!!

Belajar Make Up Yang Memakan Korban

Beberapa tahun belakangan ini saya suka banget mempelajari untuk make over seseorang. Tuntutan zaman kali ya, sedikit-sedikit perempuan harus bisa dandan, khususnya dandan untuk suami kelak. Bisa juga jadi ladang usaha sebagai perias untuk berbagai kegiatan yang sekarang banyak di geluti para MUA, bukan adiknya MUI yah mihihi MUA itu “make up artist”. Nah, hobi ini jadi keterusan sampai sekarang dan ‘memakan korban’. Kenapa? karena adek-adek kosan yang lagi nganggur bisa saya ‘paksa’ jadi kelinci percobaan buat saya orat oret mukanya dengan sukarela wueheheh..

Sebenarnya sudah beberapa kali saya menjadi perias wisuda maupun acara-acara formal tertentu. Biasanya yang jadi pelanggan adalah muslimah berhijab yang mau terlihat segar dan manis namun tetap minimalis aja. Walhasil, mayan juga jadi bahan tambahan ongkos kuliah. But..itu duluu..sudah lama sih nggak berkecimpung di per make-up an, dan akhirnya kangennn. So, malam ini buat ‘percobaan’ ke adek tingkat yang masih nurut sama senior kosannya mihihi.

Berbekal alat dan bahan make up ala..ala..aku..alias ala kadarnya. Jadilah begindanggg..:

IMG_9697-horz

Karena dandan-dandanannya malem, jadilah agak gelpi gelpi gitu. Tapi lumayan lah, dengan jasa EOS 1100, nggak terlalu burem gambarnya.

Nah kalau yang di bawah ini juga korban saya hihi, si unyu yang kayak Minguk hehe.

endah make over newNah yang ini korban selanjutnya yang mau didandanin buat wisudanya..hehe..makasih ya adekk..kamu masih mempercayai akuhh..

IMG_6916IMG_6927

IMG_6949

IMG_1256

IMG_6909 new

IMG_4996 new

IMG_9954

Sebenernya masih banyak foto korban lainnya hehe, tapi hampura pisan, saya teh lupa naruhnya dimana..atau jangan-jangan saya pajang di pintu buat ngusir tikus wkwkwk. nggak lah ya..^^v. Oke deh, see u di pengalaman orat oret lainnya. Salam.

Lebaran dari waktu ke waktu..

Lebaran selalu punya cerita yang berkesan. Banyak banget sebenarnya foto lebaran dari waktu ke waktu yang mau saya share, tapi karena pose yang lagi ber 4 cukup langka, jadi untuk melihat beberapa perubahan yang ‘sesuatu’ banget saya tampilkan 4 lebaran yang unyu-unyu di bawah ini. Well, selamat menyaksikan #apasih.

Ini lebaran tahun 2008, lama banget yah wkwkw..waktu itu saya tingkat 2 di IPB. masih jadul banget dah, lihat aja tuh kekucelan kita..eh saya..maksudnya muehehe. Maklum lah anak 18 tahunan yang lagi gemar ikut organisasi dan segudang aktivitas kampus lainnya. hehe. Foto ini diambil di kediaman Pakde Marsono dan Bude Marni tercintah. Ceritanya waktu itu lagi ada acara keluarga di Lampung, so semua kumpul disana. seru deh! ^^

IMG_3168

kalau yang di bawah ini adalah lebaran 2011, pertama kalinya kita sekeluarga punya baju lebaran yang kompakan hihi. Karena sudah lama nggak foto bareng dan malah jarang banget karena saya di IPB, adik di UGM dan ortu di Bandar Lampung, ya kaleee kapan ketemunya buat foto2? hihi. Akhirnya dengan agak maksa, saya berinisiatif buat baju lebaran buat kita-kita biar ada alasan foto bareng gichuuu. Lokasi fotonya juga nggak jauh dari rumah, sekitar 500 m mendaki gunung lewati lembah wuehehe. Karena saya suka pink, walhasil beginilah tampilan ranger saat itu mihihi.

lebaran 1

Foto di bawah ini diambil pada tahun 2014. Lucunya, tadinya kita berencana foto di studio biar ketje gituh, seumur2 sekeluarga belum pernah banget foto di studio foto. Udah pada cantik dan ganteng semua eeee..mobilnya nggak nyala-nyala teman, kumaha atuh kumaha..akhirnya dengan masih semangat, kita jadikan dinning room kita buat foto-foto. Berbekal EOS 1100, beginilah hasilnya foto keluarga yang masih dengan tema bunga-bunga dan pinky-pinky..wehehe..nggak nyangka papa mau juga dipakein koko pink. Nah, lumayan kan hasilnya..daripada lumanyun ^^v

IMG_2152

Ehem..kalau yang ini, as you know..lohh itu kenapa adik saya berubah jadi cowok?! TIDAAAKKKKKK #lebay. Weitssss…tenang..adik saya insyaAllah masih soleha, aman dan terkendali dan sangat tidak mendukung transgender. peaceee.. itu yang jelas bukan pengganti adik saya, tapi member baru di keluarga kami, #hoho#yeay. Alhamdulillah atas izin Allah, di Lebaran tahun 2015, saya sudah jadi seorang istri #uhuk. Akhirnya beginilah foto keluarga saat lebaran tahun ini. Nah adik saya? adik saat itu sedang KKN ..bukan korupsi kolusi dan nepotisme loh, tapi kuliah kerja nyata di Bangka Belitung dan Lebaran nggak bisa pulang, maklum sudah menjelang semester akhir. “Cemungudhh eaaa adekkk” #alay.com.

IMG_9342newbbNah beginilah sedikit flashback, throwback, apapun itu..tentang Lebaran dari waktu ke waktu keluarga saya. Semoga ada manfaatnya yah, meski saya nggak tau manfaatnya apa yah kira-kira bagi teman-teman yang baca #pletakkkk. Oke hatur nuhun sadayana. Salam Hangat Dee.

Tying The Knot : Throwback

As TIme Goes By

Ada yang bilang bahwa waktu memberikan arti pada seberapa pentingnya seseorang berada disisi kita,

Sementara itu.. bagiku waktu bersamamu menunjukkan makna tentang petulangan tanpa batas..

Tiap detik menawarkan rasa yang berbeda, kadang gelap kadang terang, tidak selalu manis namun menawarkan sesuatu yang baru..

Waktu yang tidak terasa cepat maupun lambat, tapi waktu yang membuat aku kadang menjadi bukan diriku namun memaksaku untuk menjadi lebih baik..

Pada akhirnya, bagiku.. tak perlu lagi waktu untuk mendefinisikan betapa pentingnya dirimu..

IMG_7764

The time.. you smile, I smile..

Meskipun kita tau bahwa kita tak akan selalu tersenyum di masa depan, karena manusia juga ‘dibekali’ Tuhan air mata dan kecewa..

Namun saat kita sama-sama tersenyum, aku berdoa agar kita selalu berakhir dengan senyuman..

Senyuman yang lega, semelegakan waktu itu, saat kita pertama kali tersenyum lega..

IMG_7771We Do Love Fairy Tale, But Our Story is Better!

Dan biarkan gambar kita terekam dengan baik diingatan bahwa saat tua nanti kita akan dengan bangga menunjukkan kenangan manis pada cucu-cucu kita. Dan kita dapat menceritakan kisah kita dengan penutup ” and they live happily ever after..”

IMG_7799

Pertemuan di Masa Lalu Kita

Couple Holding Hands on a Railroad Track --- Image by © Royalty-Free/Corbis
Couple Holding Hands on a Railroad Track — Image by © Royalty-Free/Corbis

Dimana kita waktu itu? Lucu ya, kampus yang ‘sempit’ itu tak jua bisa mempertemukan kita. Bahkan, katamu..kamu sering lewat depan kosanku..hihi. Tapi kita tetap tak sama-sama ingat pernah bertemu..

Kita hanya dipisahkan jalan menuju Seafast dan jalan setapak yang tak seberapa panjang. Cuma 10-15 menit, kita bisa bertemu kalau mau, bahkan 5 menit dengan sedikit berlari. (Anak IPB pasti tau nih ^^)

Kemana kita waktu itu? yang tidak saling tau satu sama lainnya padahal kita amat dekat, dari jarak dan waktu. Kamu cuma beda 2 tingkat di atasku, sementara aku adik tingkat yang sangat aktif waktu itu. hihi..masak kamu nggak kenal aku? #halahh

Lucu ya, rencana Allah selalu manis dan ada-ada saja..

Masa lalu kita, ya..masa lalu yang lalu-lalu itu, yang begini-begitu, yang panjang diceritakan bahkan dalam satu-dua buku, ternyata pada akhirnya mempertemukan kita.

Masa lalu yang ‘berjasa’ membuat kita sama-sama merasa bersedia untuk mengarungi hidup bersama menggenap untuk meraih ridhoNya.

Terima kasih masa lalu, meski kami tak pernah bertemu (mungkin), atau kami pernah bertemu namun saling memunggungi..atau tak juga saling tertarik bahkan untuk melirik..namun kami pada akhirnya bersama.

Di lain pihak aku merasa beruntung,

beruntung tidak dipertemukan pada masa lalumu, pada masa lalu kita. Karena yang lalu biarlah berlalu, yang baik akan dengan bangga kamu ceritakan padaku-juga sebaliknya, yang buruk..mungkin akan kamu ceritakan padaku dengan rasa percaya-juga sebaliknya, karena aku dan kamu sekarang saling mengisi waktu kita bersama. Menebus masa lalu yang belum bisa membuat kita ada di sisi masing-masing.

Mari, meniti masa depan Hubb.

IMG_9614

BAPER dan CAPER-nya Istri Yang Suami Harus Tau

1-3-15_Couples-the-Ups-Downs-on-the-Path-to-Allah

Para istri, pasti pernah deh ngalamin yang namanya BAPER (bawa perasaan) or CAPER (cari perhatian) sama suaminya. Alhamdulillahnya karena sudah halal, semoga baper dan capernya penuh berkah ya hihi. Hari ini saya tertarik menulis dan sedikit berbagi tentang kebaperan dan kecaperan effect yang dialami seorang istri pada suami tercintanya. As a wife, young, smart and also beautiful wife #pletakkk.,pernikahan bagi saya adalah medan perjuangan yang baru, yang menjadikan saya sosok pembelajar sejati.

Gimana ngga?! Saya yang dulunya mandiri, tough, nggak banyak neko-neko, selow meski kadang melow, setelah nikah jadi manja binggo sama lelaki ‘antah barantah’ yang sekarang jadi suami saya, nggak make sense banget! awalnya saya mikir gitu. Nah, suatu waktu saya sempat curcol ke teman yang juga sudah menikah, ceritanya sih konsultasi apa yang saya rasakan setelah mengarungi bahtera pernikahan #tsaaahhh (padahal mah baru 3 bulan). ” duh wajar kali namanya juga penanten anyar..” kata doi singkat.

Nggak puas dengan jawaban doi yang super singkat, saya curcol lagi ke temen2 dekat, well..yang dicurcolin tentunya bukan aib dan hal2 yang jadi rahasia perusahaan yah hehe. ” Kenapa sih, kalau perempuan tuh habis nikah malah kelihatan lemah, nggak tough gitu, bawaannya menye-menye , ambekan, bla..bla..bla..” curcol saya pun mengalir seperti air terjun di Curug Nangka #apasih huehehe.

Finally, saya menemukan jawaban yang lumayan menentramkan. Salah seorang teman yang habis ikutan taklim rutin memberikan saya info seputar curcolan saya itu.

” Kalau kata ustadz Achmad (ustadz yang mengisi taklim-salah satu ustadz kece seantero Bogor) mba, perempuan itu tabiatnya memang begitu. Jadi lebih manja dan terkesan lemah setelah menikah. Kenapa? karena sudah merasakan kasih dan sayang suami yang berlimpah. Jadi yang dulunya independent, kuat, akan berubah sedikit jadi lebih aleman (manja/suka merajuk).”

Dannn..informasi ini membuat saya feels like a normal person (againnnn) hahah. Bukan cari pembenaran, tapi seenggaknya saya on track dan masih normal, alhamdulillah. ” Ooo jadi gitu alasannya..” masuk di akal, karena selama ini saya nggak pernah punya pacar, kalau sama lawan jenis ya paling naksir2an aja, dan kealay-alayan zaman ‘nggak paham’. Jadi setelah ‘baru kenal’ laki-laki dan udah jadi suami pulak, rasanya amatlah ‘baru’ dan ‘wow‘, ‘weird‘, but still sweet #tsaaahh.

large (2)

Nah, jadi bagi para perempuan yang merasa mengalami ‘degradasi mental’ weheheh.. dan a lil bit stressss gegara kayak harus mencari jati diri lagi di awal-awal pernikahan, calm down gals, kalian nggak sendiri, inilah proses menjadi pembelajar sejati! menjadi seorang istri yang akan sangat menguras jiwa dan raga kamu. So, bagi para suami..paling tidak jadi ngerti kenapa ‘makhluk cantik’ (yang jelas bukan makhluk halus hihi) di sampingnya ini kadang suka uring-uringan, bete nggak jelas, baper banget, bahkan capernya minta ampun. Bisa dipastikan, itu dikeluarkan pas ada kamu aja, suami yang dicintainya luar biasa #tsaaahh jangan geer yah. Dan..insyaAllah nggak bakalan terus-terusan kalau para suami ngeh dan bisa langsung ngasih ‘reaksi’ yang tepat.

Bagi semua yang baca harapannya sedikit sharing ini bisa memberikan manfaat. Saya coba rangkum sedikit gimana ngatasin situasi dimana istri baper or caper berdasarkan sedikit observasi dari kisah-kisah sahabat maupun pengalaman pribadi.

1. Nah, karena sudah tau sang istri lagi suka BAPER, jadi reaksi tepat suami adalah hindari tema-tema pembicaraan yang bikin baper nambah parah.

2. Suami nggak harus selalu mengalah kok, apalagi kalau nggak salah, tapi memang harus lebih bijak. Namanya juga pemimpin, kan harus lebih gentle dari yang dipimpin xixiix. Karena biasanya perempuan maunya memang selalu dimengerti, semoga saja..sisi maskulin dan dewasa dari suami bisa jadi reaksi yang tepat untuk legowo dan bijak saat istri uring-uringan, jangan malah ikut2an baper juga hehe. Kalau dua-duanya baper or caper, masalah nggak selesai-selesai deh.

3. Perempuan suka hal yg romantis, bisa dicoba (kata Mario Teguh), kalau lagi ambekan, alias baper..suami bisa melakukan hal2 yang manis untuk meredam kebetean sang istri, bisa dengan ngasih hadiah, atau cukup dengan kata-kata manis. InsyaAllah, kalau kata2 itu ikhlas dari hati yg terdalam pasti sang istri akan hilang deh kebeteannya. Catatan khusus : besoknya, jangan bikin bete lagi yah.

4.Yang kadang suami suka lupa atau nggak ngeh atau malah HDT alias harga diri tinggi adalah MEMINTA MAAF. suami dan istri sama-sama manusia yang banyak khilaf, sengaja or nggak sengaja pasti ada ajaaa salahnya. So, Pak..selaku suami yg baik, nggak ada salahnya lho minta maaf duluan.

Misalnya gini, ” kamu kenapa say, Bete yah? maaf yah kalau aku bikin bete kamu. Boleh ceritain nggak kenapa bete nya? InsyaAllah diupayakan besok-besok ngga gitu lagi..” #tsaahh kan adem gitu. Well, bagi istri juga betenya jangan lama2 hihi, dan meminta maaf juga kalau-kalau memang agak keterlaluan baper dan capernya hihi. Oia, noted, kata Pak Mario..suami itu dalam rangka meminta maaf ngga mesti selalu dengan kata-kata, bisa juga dengan sesuatu hal yang menyenangkan. So, bagi para istri..keep husnudzan juga yah.

5. Dari semua catatan di atas, sebagai suami kalau ngeliatin kebaperan sudah menguasai istrinya #halah , yang perlu dilakukan adalah BERSEGERA untuk meredam, dengan apa? dengan diajak bicara baik-baik, atau apapun yang bisa dilakukan sesegera mungkin agar kebaperannya nggak berlarut-larut. Semakin dipendam, perempuan itu akan semakin bete, apalagi model yang kalau ngambek pake diem, hayoo cung–cung, yang kalo ngambek diem aja.xixixi

6. Bro, perempuan itu ‘mesin pengingat’ yang killer abis. Detail banget ingatannya dari zaman ‘batu’ sampai kekinian. Jadi jangan pernah remehkan masalah sekecil apapun yg jadi penyebab kebaperan dari para istri yah. Karena tabiatnya perempuan itu mudah memaafkan tapi nggak mudah melupakan. So, ” waspadalah!waspadalah!” udah kayak Bang Napi aja yah hehe.

Nah, segini dulu yah sharingnya, mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan dan kedengeran sotoy, tapi insyaAllah semoga lebih banyak manfaatnya. Semoga keluarga kita semua dilimpahi berkah Allah, dijadikan sakinah mawaddah wa rahmah, dan dimudahkan semuanya menuju dan berkumpul di Syurga Allah. Aamiin.

foto ilustrasi : google and pinterest