Wanita Yang Pemendam dan Pria Yang Sulit Mengerti

7497907_origBagi hampir rata-rata perempuan yang pernah saya temui, semuanya adalah sosok yang ingin dimengerti duluan. Rasanya lega saat orang tau apa yang mengganjal di hati kita tanpa kita harus bilang. Karena mungkin kita sedari tadi sudah memberikan banyak sinyal berupa gesture, mimik, dan kata-kata implisit agar orang tau kita (perempuan) sedang nggak nyaman. Namun, sayangnya nggak semua orang dapat membuat kita lega. Apalagi kebiasan kaum perempuan adalah tidak terbiasa untuk to the point. Saya katakan sekali lagi ini nggak berlaku untuk semua perempuan, tapi sebagian besar yang pernah saya temui dan hidup bersama saya.

” Perempuan itu rumit yah” , kata seorang laki-laki pada saya. Saya hanya tersenyum.

Yapp, terkadang memang begitu. Tapi, dengan ‘makhluk’ yang rumit-rumit itu kamu mau menghabiskan sisa hidupmu bersamanya yah, bukankah ini hebat?! Saya tertawa.

Kita, perempuan dan laki-laki, seperti yang Al Quran sebutkan ialah diciptakan berpasangan, yang ditakdirkan untuk saling melengkapi. Jadi, akan selalu ada hikmah dari tiap kerumitan maupun kesederhanaannya. Ehmm..saya terbilang amat tidak berpengalaman dalam hubungan perempuan dan laki-laki ini, karena saya baru ‘mengenal’ laki-laki yang sekarang menjadi suami saya itu belum genap  2 bulan. Jadi, mohon maafkan ‘kelancangan’ saya yang menulis pendapat ini, tapi semoga tetap bisa banyak manfaatnya hehe.

Menikah itu adalah proses yang amat drastis bagi hampir setiap pasangan yah. Kita belajar untuk ‘menanggalkan’ setengah diri kita untuk setengah lainnya dari pasangan kita. Maka, saat berjumpa dengan ‘masalah’ kita dituntut untuk menjadi pribadi-pribadi yang bijak dan nggak egois (well..meski saya akui ini sulit, karena terbiasa menjadi pribadi independent membuat sisi egoisme kita juga meningkat hehe). Dulu, sebelum menikah kita bakalan lebih tough dibanding setelah menikah, khususnya perempuan nih, yang biasanya nambah mellow.. marshmellow .. setelah menikah.

” Tabiat seorang wanita setelah menjadi istri yang sudah merasakan kasih sayang suaminya itu biasanya akan menjadi lebih ‘manja’ dibandingkan dengan saat single.
Maka, bagi para suami coba mengerti dan bersyukur bahwa sifat manjanya itu ialah bagian dari rasa cinta.” (Ust Achmad.)

Setidaknya bagi laki-laki yang membaca tulisan ini jadi mengerti kenapa istrinya kadang suka uring-uringan manja di rumah (semoga uring-uringnya nggak berlebihan yah ^^v).

Di sisi lain laki-laki bukanlah makhluk yang bisa selalu ‘peka’ langsung dengan kode-kode. Tidak semua laki-laki mampu menerjemahkan ‘sinyal’ yang perempuan berikan. Ini yang kadang suka bikin greget perempuan, padahal dengan mengeluarkan sinyal itu saja sudah butuh banyak energi dan menguras pikiran yah hehe :), eh..yang di sasar malah nggak ngerti. Kalau kata anak zaman sekarang ” sakitnya tuh disni” hihih.

Nah, tapi inilah yang jadi bikin seru yah. Karena di tahap ini perempuan dan laki-laki akan sama-sama belajar. Perempuan belajar untuk mengungkapkan, sementara laki-laki belajar untuk lebih peka merasa. Laki-laki juga butuh dimengerti loh, cuma nggak ada yang nyiptain lagunya aja ” karena lelaki ingin dimengerti..”  (Ada Band Mode On hohoho).

Sebagai perempuan yang suka mendramatisasi karena kebanyakan nonton drama wuehehe..saya merasa banget kok, perempuan itu kadang bisa sangat ‘imajinatif’ (saya pikir kata imajinatif lebih baik dibandingkan kata lebay yah mihihi). Apa aja dipikirin, sampai ke akar-akarnya. Jadi, laki-laki penting tau, bagaimana cara-cara agar pasangannya nggak banyak mikir yang macem-macem. Well, kita bukannya banyak menuntut, hanya ngasih tau..sedikit hal tentang kaum perempuan yang bisa membuat komunikasi lebih sehat.

Jadi jangan malah suka mancing-mancing topik yang sudah pasti bikin perempuan nggak nyaman. Misalnya apa tuh? you know lah. Ngomongin perempuan lain. Dijamin kalau dibanding-bandingin sama ‘yang lain’ bakal BETE deh.

Perempuan juga jangan maunya dimengerti aja, tapi juga mau untuk memahami pasangannya. Banyak hal yang bisa ditempuh untuk saling mengerti keinginan masing-masing. Tips dari saya, yang lagi saya coba pelajari juga tentunya hehe ( ini juga berlaku bagi laki-laki yah) adalah sebagai berikut :

1. Hindari prasangka buruk dan belajarlah untuk senantiasa berpikir positif.

2. Budayakan saling bertanya, jadi jangan ambil kesimpulan sendiri kalau dia itu seperti ini atau seperti itu, tanpa klarifikasi. Bahasa gaulnya tabayun. hoho

3. Banyak baca buku, artikel, tentang psikologi maupun komunikasi yang sehat dan baik bagi perempuan dan laki-laki. Ini sangat membantu kita memahami secara logika, meski kadang perempuan didominasi oleh perasaan, tapi insyaAllah ada bedanya kok orang yg berilmu dg yg tidak dalam menghadapi masalah. Paling nggak, jika ada problemo bisa duduk manis dengan sama-sama cari solusi, bukan pake lempar-lemparan piring atau gelas. IMHO. 🙂

4. Tumbuhkan rasa cinta saat berkomunikasi, sehingga proses komunikasi akan lebih nyaman. Hindari menuding, misalnya teman-teman bilang ” TERNYATA KAMU TUH ORANGNYA SULIT BERSYUKUR YAH” . Cukup berkaitan dengan poin 2, kalimat tudingan dan menyimpulkan tanpa ada bukti yang kuat bisa membuat salah satu diantara kita sakit hati. Intinya pada saat menegur, mengeluh, atau apapun itu..perhatikan kata, perhatikan momen, perhatikan sarana. Laki-laki nggak suka diintimidasi, begitupula perempuan.

Maksudnya kalau mau bicara serius jangan ngomong di telpon atau via sosial media, lebih baik bicara langsung, baik-baik dan lihat sikon, jangan-jangan suami/istri sedang nggak mood, lelah, sakit atau sebagainya yang akhirnya membuat suasana tambah nggak enak. Nah apalagi bagi laki-laki kamu harus tau dan berhati-hati, you know what?! perempuan itu bisa menjadi ‘mesin memori’ paling ampuh sepanjang zaman hihi. Dia bisa mengingat hal-hal detil dari apa yang kau lakukan padanya, baik, buruk, dan berbagai macam rasa lainnya. Maka, perempuan kalau soal ‘ungkit-mengungkit’ biasanya paling jago. Meski hal ini tidak disarankan pada hal-hal yang negatif yah, kalau mengungkit kisah bahagia tentunya akan lebih baik.

” Perempuan itu diam bukan berarti lupa, laki-laki lupa bukan berarti memaafkan”

Kita diciptakan dengan keunikan masing-masing. perempuan yang kadang lebih suka memendam, laki-laki yang kelihatan cuek. Dan berbagai hal lainnya, atau bahkan ada yang kebalikannya..laki-laki yang mellow dan perempuan yang super cuek, ada juga.. ^^

Nikmati segala perbedaan dengan niat selalu memperbaiki diri dan tentunya berdoa pada Allah agar selalu dijaga keharmonisan komunikasinya. Sayapun sedang amat sangat belajar. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya. aamiin.

Salam manis, dee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s